About

{getContent} $results={3} $label={Paid Blogger Template Download For Free} $type={grid}

Menciptakan Masa Depan dengan Alquran

al-qur'an
 PEMBANGUNAN nasional dalam bidang pendidikan adalah upaya untuk
mencerdaskaan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia
Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta
menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan
masyarakat yang maju, adil, makmur dan beradab berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.

Upaya untuk meningkatkan kualitas manusia
Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia harus
dilakukan dengan berkesinambungan dari anak-anak usia dini yang
merupakan generasi penerus harapan bangsa.

Situasi dan kondisi masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah
muslim, saat ini sudah mulai bergeser dari nilai-nilai ketuhanan.
Hal itu merupakan realitas yang senantiasa kita lihat di berbagai
aspek kehidupan, seperti negara kita yang termasuk dalam salah
satu negara korupsi terbesar di dunia dan tingkat kriminalitas
yang sudah sangat mengkhawatirkan yang jika diperhatikan begitu
banyaknya saudara-saudara kita di Lemabaga Pemasyarakatan yang
notabenenya ber-KTP Islam.

Kondisi saat ini akan berdampak besar dan menjadi ancaman bagi
kita semua di masa yang akan datang jika tidak ada gerak langkah
perubahan dan perbaikan akhlak yang mulia yang dimulai dari diri
kita sendiri, dari sesuatu yang kecil dan mulai saat ini dan
dimulai dari generasi penerus bangsa yang muda usia atau anak-
anak. 

Melihat perkembangan kondisi bangsa Indonesiua saat ini akan
gejala krisis moral/akhlak yang banyak menghinggapi 'orang-orang
dewasa', maka dibutuhkan pendidikan dan pembinaan anak-anak
Indonesia sejak dini dengan segera dan berkesinambungan,
mengingat jika hanya perbaikan moral/akhlak orang-orang dewasa
hanya melalui training, pendidikan, latihan, kajian spiritual dan
lain-lain, tanpa membina anak-anak Indonesia sejak dini, maka
akan melahirkan kembali anak-anak Indonesia yang tumbuh dewasa
dengan 'paradigma lama' lagi.

Ketika kita mengkaji akhlak dan moral maka kita akan bersentuhan
dengan agama, nabi dan kitab sucinya. Nabi Muhammad SAW menerima
wahyu dari Allah berupa kitab suci Alquran sebagai kitab petunjuk
bagi seluruh umat manusia agar bertakwa dan berakhlak mulia.
Alquran sebagai kitab yang berisikan petunjuk, pedoman, pimpinan
bagi umat manusia dan juga mengandung suatu keterangan atau
penjelasan dengan mana kita bisa membedakan mana yang benar dan
mana yang salah.

Tetapi pada kenyataannya sebagian penduduk muslim di Indonesia
hanya menjadikan Alquran sebagai sesuatu yang disakralkan untuk
disimpan, dipajang hanya sebagai kaligrafi, diperlombakan sebagai
MTQ, dengan lupa untuk memahami makna dan esensi yang terkandung
di dalamnya.

Mungkin inilah salah satu faktor yang menyebabkan
situasi dan kondisi masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah
muslim justru pada kenyataannya sudah mulai bergeser dari nilai-
nilai ketuhanan yang menyebabkan gejala krisis moral dan akhlak;
menjadikan brand Islam hanya sebagai identitas administrasi saja
dengan melupakan esensi ajaran Islam yaitu bersumber dari Alquran
tanpa pemahaman dan pengkajian terhadap Alquran untuk dibaca,
dipelajari, dipahami dan dilaksanakan sebagai petunjuk dan
pedoman bagi seluruh umat manusia.

Pemahaman terhadap makna Alquran dan alhadist merupakan langkah
awal dan metode yang terarah untuk menuju perbaikan dan perubahan
karena petunjuk dan perencanaan hidup manusia di dunia menuju
akhirat telah tercantum dan tertulis dalam dua pusaka tersebut.

Dengan pemahaman makna Alquran dan alhadist yang tepat dan
terarah akan mudah dipahami oleh setiap individu dari berbagai
jenjang dan tingkatan, terutama dimulai dari generasi penerus
bangsa yang muda usia (anak-anak).

Upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman,
bertakwa dan berakhlak mulia merupakan peran pendidikan sejak
dini atau anak-anak dimulai dari pendidikan di keluarga, sekolah
(formal), lingkungan, dan pendidikan di luar sekolah (informal).
Pendidikan dan pembinaan anak-anak secara berkelanjutan hingga
menginjak dewasa merupakan tanggung jawab daripada pihak-pihak
tersebut.

Salah satu tempat pendidikan informal di luar sekolah dalam
rangka mendidik dan membina anak-anak Indonesia berakhlak mulia
sejak dini adalah Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang merupakan
tempat anak-anak memperoleh pendidikan dan pembinaan tentang
Alquran.

TPA ini tersebar di seluruh pelosok kota di seluruh
Indonesia, khususnya di Sumesel. Dapat kita lihat seperti di kota
Palembang, di langgar, surau, dan mushala serta masjid di kampung-
kampungnya terdapat Taman Pendidikan Alquran.

Salah satu ujung tombak yang membina generasi penerus bangsa
adalah guru-guru bagi anak-anak, lebih khusus lagi guru TPA
karena dalam lembaga pendidikan inilah secara idealnya generasi
penerus dibina dan dibentuk menjadi insan-insan yang qurani
melalui program membaca, menerjemahkan, mempelajari, memahami,
melaksanakan dan mensyiarkan nilai-nilai Alquran dan alhadist.

Untuk mempersiapkan hal tersebut maka guru-guru TPA perlu
pendidikan dan pelatihan bagaimana cara mengajar Alquran yang
dapat membentuk insan-insan yang qurani di masa yang akan datang.
Dikarenakan selama ini pola pembelajaran Alquran di TPA-TPA
umumnya hanya menggunakan metode membaca dan menghafal Alquran
dan alhadist saja tanpa memahami maknanya.

Hal ini mengakibatkan anak-anak hanya menguasai pembacaan Alquran saja sehingga dalam perilakunya belum menampakkan akhlak yang qurani. Maka diperlukan pola pembelajaran dari sistem yang hanya membaca ke sistem pemahaman makna Alquran dan alhadist.

Melalui pendidikan, pelatihan, dan pengkajian pemahaman Alquran
tersebut diharapkan guru-guru TPA dapat berperan sebagai jembatan
yang dapat meneruskan metode pemahaman Alquran kepada santri-
santrinya melalui program pengajaran pemahaman makna Alquran yang
lebih terarah ke pembentukan insan-insan yang qurani. Tujuannya
untuk meningkatkan penghayatan kita pada nilai-nilai Islam.
Nilai-nilai itu bisa menjadi kekuatan yang memotivasi dan
mendasari kegiatan sehari-hari dan menjadi alat perjuangan di
bidang kemasyarakatan atau keilmuan.

Menciptakan masa depan dengan Alquran maka Alquran adalah sumber
nilai, agama dalam hal ini sebagai organized religion, agama
formal adalah konstruksi tentang nilai-nilai tersebut. Ia
merupakan rumusan yang disusun oleh para ulama dari waktu ke
waktu, dengan mempelajari Alquran dan teladan Nabi Muhammad SAW
dalam pelaksanaannya sebagai as-sunnah.

Insyaallah cita-cita masyarakat madani yang kita cita-citakan
bersama akan terbentuk pada kurun waktu 15-20 tahun mendatang,
ketika anak-anak harapan bangsa kita mulai sekarang sudah mulai
membaca, menerjemahkan, mempelajari, memahami, melaksanakan dan
mensyiarkan nilai-nilai Alquran dan alhadist tersebut.

Maka harapan kami yaitu agar pemerintah, alim ulama dan
cendikiawan muslim, masyarakat serta institusi pendidikan untuk
lebih memperhatikan pendidikan nonformal di Taman Pendidikan
Alquran (TPA) ini. Pemprov/Pemkot/Pemkab saat ini sudah cukup
memperhatikan kesejahteraan para guru TPA ini dengan memberikan
bantuan kesejahteraan mereka.

Saya, penulis Mimbar Jumat Sripo kali ini, mengusulkan agar
mereka diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) karena
merekalah sesungguhnya 'Pahlawan tanpa Tanda Jasa' yang selama
ini kita lupakan.

Bukankah mereka selama ini telah membantu salah
satu tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas
manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia,
sedangkan anggaran untuk bidang pendidikan saat ini adalah 20
persen dari total APBN.

Dengan segala hormat yaitu harapan kepada para alim ulama dan
cendikiawan muslim untuk memberikan pendidikan, pelatihan dan
pengkajian pemahaman Alquran dan alhadist kepada guru-guru TPA
secara sistematis dan berkesinambungan. Harapan kepada masyarakat
khususnya orangtua murid untuk lebih memperhatikan kesejahteraan
para guru TPA dan memperbaiki fasilitas atau tempat pendidikan TPA
di lingkungannya.

Dan kepada institusi pendidikan agar memberikan beasiswa kepada
guru-guru TPA guna mengikuti pendidikan formal di institusi
tersebut, seperti menawarkan beasiswa bagi para guru TPA untuk
kuliah di program-program studi yang sesuai dengan program untuk
membaca, menerjemahkan, mempelajari, memahami, melaksanakan dan
mensyiarkan nilai-nilai Alquran dan alhadist di TPA mereka.

Konkritnya seperti program atau jurusan Bahasa dan Sastra Arab
serta program Tafsir Quran Hadist dan program lainnya di IAIN.
Lalu program psikologi anak di Fakultas Psikologi, program
sosiologi dan program lainnya yang sesuai dengan ilmu untuk
mendidik dan membentuk kepribadian anak dengan mentransendensikan
dengan pemahaman terhadap makna Alquran dan alhadist.

Dengan harapan guru-guru TPA dapat berperan sebagai jembatan yang
dapat meneruskan metode pemahaman Alquran kepada santri-santrinya
melalui program pengajaran pemahaman makna Alquran yang lebih
terarah ke pembentukan insan-insan yang Qurani, yang akan
meningkatkan penghayatan anak muridnya pada nilai-nilai Islam
yang bisa menjadi kekuatan yang memotivasi dan mendasari kegiatan
sehari-hari dan menjadi alat perjuangan di bidang kemasyarakatan
atau keilmuan.

Sehingga di masa yang akan datang, ketika seorang muslim ditanya
agamanya apa, maka ia akan menjawab agamaku Islam, tetapi bukan
Islam KTP (Kartu Tanda Penduduk) saja yang hanya sebagai
pelengkap administrasi, melainkan ajaran Islam dari kitab sucinya
Alquran sudah menjadi karakter dirinya dengan selalu membaca,
menerjemahkan, mempelajari, memahami, melaksanakan dan
mensyiarkan nilai-nilai Alquran Alhadist tersebut sejak mereka
anak-anak yang dimulai dari TPA.

Pada gilirannya salah satu tujuan pendidikan nasional yaitu
meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa
dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan
beradab mudah-mudahan akan segera terwujud.

0 $type={blogger}: