About

{getContent} $results={3} $label={Paid Blogger Template Download For Free} $type={grid}

PENGUMUMAN KELULUSAN MTs MIFTAHUL ULUM KRADINAN TAHUN AJARAN 2025-2026


SAMBUTAN KEPALA MADRASAH

PENGUMUMAN KELULUSAN SISWA KELAS IX
MTs MIFTAHUL ULUM KRADINAN DOLOPO MADIUN
Tahun Ajaran 2025/2026
2 Juni 2026

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada hari ini, Selasa, 2 Juni 2026, dengan penuh rasa syukur kami mengumumkan hasil kelulusan peserta didik kelas IX MTs Miftahul Ulum Kradinan Dolopo Madiun Tahun Ajaran 2025/2026.

Alhamdulillah, berdasarkan hasil rapat dewan guru dan seluruh proses penilaian yang telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, seluruh siswa kelas IX MTs Miftahul Ulum Kradinan Dolopo Madiun dinyatakan LULUS 100%.

Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan kesungguhan para siswa dalam belajar, bimbingan serta dedikasi para guru, dukungan tenaga kependidikan, dan doa serta perhatian orang tua/wali siswa. Oleh karena itu, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan ini.

Kepada para siswa yang telah dinyatakan lulus, kami mengucapkan selamat dan sukses. Kelulusan ini bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk melangkah menuju jenjang yang lebih tinggi. Teruslah menuntut ilmu, menjaga akhlakul karimah, disiplin, dan membawa nama baik almamater di mana pun kalian berada.

Kami juga mengingatkan agar kelulusan ini disyukuri dengan cara yang baik dan positif, seperti memperbanyak doa, sujud syukur, serta berbagi kebahagiaan dengan keluarga. Hindarilah kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan, dan kesuksesan kepada seluruh lulusan MTs Miftahul Ulum Kradinan Dolopo Madiun dalam meraih cita-cita dan masa depan yang gemilang.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Mohamad Zainul Fanani, M.Pd.I | Kepala MTs Miftahul Ulum Kradinan Dolopo Madiun


_________________________________________________________________________

1. Pengumuman Kelulusan diumumkan melalui Klik Link ini  : Link Kelulusan

2. Pengumuman Kelulusan bisa dilihat hari ini tanggal 02 Juni 2026 dengan Login memasukkan NISN

3. Bagi Siswa yang dinyatakan Lulus Dilarang Keras Melakukan Konvoi atau apapun yang Mengganggu Ketertiban Umum.

4. Tetap Bersyukur dan Patuh kepada Orang Tua pada hasil yang diterima.

5. Jangan Lupa untuk Selalu Berdoa.

6. Untuk pengambilan SKL memunggu info selanjutnya



PENGUMUMAN HASIL NILAI TKA(Tes Kemampuan Akademik) MTs Miftahul Ulum Tahun Ajaran 2025/2026




 📢 PENGUMUMAN 📢

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Diberitahukan kepada seluruh siswa-siswi bahwa sertifikat TKA sementara masih belum tersedia.

Untuk melihat hasil nilai TKA, silakan klik link berikut:


🌐 https://mtsmululusjos.my.canva.site/nilaitkamtsmu


Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Setiap Hari adalah Kesempatan Baru untuk Tumbuh, Berani Mencoba, dan Menjadi Lebih Baik dari Kemarin



Setiap pagi ketika matahari terbit, kehidupan memberi kita hadiah yang sama: kesempatan baru. Kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, mencoba hal yang belum berani kita lakukan kemarin, dan melangkah sedikit lebih maju dari titik sebelumnya. Tidak ada hari yang benar-benar sia-sia selama kita mau mengambil pelajaran darinya.

Tumbuh bukan berarti harus langsung besar dan sempurna. Tumbuh adalah proses, kadang pelan, kadang tersendat, bahkan sesekali terasa mundur. Namun justru dari proses itulah kita belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan kekuatan diri. Seperti tanaman, setiap orang punya waktu tumbuhnya sendiri. Ada yang cepat berbunga, ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menguatkan akar.

Keberanian untuk mencoba adalah kunci dari pertumbuhan. Banyak potensi terpendam bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena takut gagal. Padahal, kegagalan bukan akhir dari segalanya. Ia adalah guru yang jujur, yang mengajarkan apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Berani mencoba berarti berani belajar, dan berani belajar berarti memberi ruang bagi diri sendiri untuk berkembang.

Menjadi lebih baik dari kemarin tidak harus diukur dengan prestasi besar. Terkadang, hal sederhana sudah cukup: hari ini lebih disiplin, lebih jujur, lebih sabar, atau lebih berani mengungkapkan pendapat. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk kebiasaan baik, dan kebiasaan baik akan mengantarkan pada perubahan besar.

Penting untuk diingat, perjalanan setiap orang berbeda. Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan melelahkan dan mengaburkan potensi diri sendiri. Yang terpenting adalah membandingkan diri hari ini dengan diri kita kemarin. Apakah kita sudah belajar sesuatu? Apakah kita sudah berusaha, meski belum sempurna?

Setiap hari adalah halaman baru dalam buku kehidupan. Kita bebas menuliskan kisahnya dengan sikap, pilihan, dan usaha yang kita lakukan. Maka, jalani hari ini dengan niat yang baik, usaha yang sungguh-sungguh, dan keyakinan bahwa sedikit demi sedikit, kita sedang bertumbuh.

Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang siapa yang tidak berhenti melangkah. Hari ini adalah kesempatan baru—jangan disia-siakan.

Setiap Anak Punya Waktu Tumbuhnya Sendiri

Tugas Kita Bukan Membandingkan, tapi Menemani dan Menguatkan

Di lingkungan pendidikan, sering kali kita terjebak pada angka, peringkat, dan capaian yang tampak di permukaan. Nilai rapor, juara kelas, atau prestasi akademik menjadi tolok ukur utama keberhasilan seorang anak. Tanpa disadari, kebiasaan membandingkan anak satu dengan yang lain pun menjadi hal yang lumrah. Padahal, setiap anak hadir ke dunia dengan potensi, latar belakang, dan waktu tumbuh yang berbeda-beda.


Anak Bukan Tanaman Seragam

Setiap anak ibarat tanaman yang ditanam di tanah yang berbeda. Ada yang tumbuh cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada yang langsung berbunga, ada pula yang terlebih dahulu memperkuat akarnya. Memaksa semua anak tumbuh dengan kecepatan yang sama hanya akan melukai proses alamiah mereka.

Ketika seorang anak belum mampu mencapai standar tertentu, bukan berarti ia gagal. Bisa jadi ia sedang berproses, sedang belajar memahami dirinya, atau sedang menghadapi tantangan yang tidak terlihat oleh orang lain.

Dampak Membandingkan Anak

Membandingkan anak dengan teman sebaya
nya sering kali membawa dampak yang lebih besar daripada yang kita bayangkan. Anak bisa kehilangan rasa percaya diri, merasa tidak berharga, bahkan menganggap dirinya tidak mampu. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental, motivasi belajar, dan hubungan sosialnya.

Sebaliknya, anak yang terus dibandingkan dan selalu “menang” pun tidak selalu berada dalam kondisi sehat. Ia bisa tumbuh dengan tekanan tinggi, takut gagal, dan merasa harus selalu sempurna.

Peran Pendidik dan Orang Dewasa

Di sinilah peran guru, khususnya guru Bimbingan dan Konseling, menjadi sangat penting. Tugas kita bukan sekadar mengarahkan, apalagi menghakimi, tetapi menemani proses tumbuh anak dengan empati dan kesabaran.

Menemani berarti hadir—mendengarkan tanpa menghakimi, memahami tanpa membandingkan. Menguatkan berarti memberi keyakinan bahwa setiap anak berharga, bahwa kegagalan bukan akhir, dan bahwa proses lebih penting daripada hasil instan.

Menguatkan, Bukan Memaksa

Anak yang merasa diterima akan lebih berani mencoba. Anak yang merasa didukung akan lebih siap menghadapi tantangan. Ketika pendidik dan orang tua memilih untuk menguatkan daripada memaksa, anak belajar mencintai proses belajarnya sendiri.

Kalimat sederhana seperti “Kamu sudah berusaha”, “Tidak apa-apa belum bisa, kita belajar pelan-pelan”, atau “Setiap orang punya kelebihan masing-masing” dapat menjadi sumber kekuatan yang luar biasa bagi seorang anak.

Penutup

Setiap anak punya waktu tumbuhnya sendiri. Tidak ada garis waktu yang sama untuk semua. Tugas kita sebagai pendidik dan orang dewasa bukanlah membandingkan siapa yang lebih cepat atau lebih hebat, melainkan menemani setiap langkah kecil yang mereka tempuh dan menguatkan hati mereka agar tidak menyerah.

Karena sejatinya, pendidikan bukan tentang siapa yang paling unggul hari ini, tetapi tentang siapa yang mampu tumbuh menjadi manusia yang utuh di masa depan.


Aturan sekolah yang sering dianggap sepele

Aturan sekolah yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar bagi pembentukan karakter dan budaya belajar siswa:

1. Datang Tepat Waktu
Sering dianggap cuma soal “telat sedikit”.
Padahal ini melatih disiplin, tanggung jawab, dan menghargai waktu orang lain. Kebiasaan terlambat yang dibiarkan akan terbawa hingga dewasa.
2. Seragam Rapi dan Sesuai Aturan
Bukan soal gaya atau penampilan semata.
Seragam mengajarkan kesetaraan, kerapian, dan identitas sebagai pelajar. Dari hal kecil ini tumbuh rasa hormat pada aturan yang lebih besar.
3. Rambut, Atribut, dan Kerapian Diri
Sering dipandang remeh atau dianggap mengekang.
Padahal ini melatih pengendalian diri dan kepatuhan, bahwa tidak semua keinginan pribadi harus diikuti.
4. Izin Saat Keluar Kelas
Terlihat sepele, tapi penting.
Mengajarkan etika, sopan santun, dan tanggung jawab atas keberadaan diri sendiri di lingkungan bersama.
5. Berbicara Sopan pada Guru dan Teman
Bukan hanya soal kata-kata.
Ini membentuk empati, kontrol emosi, dan cara berkomunikasi yang sehat.
Penutup (Reflektif) :
Aturan kecil bukan untuk mengekang,
tapi untuk melatih.
Karakter besar tidak lahir dari aturan besar,
melainkan dari kebiasaan kecil yang dijalani konsisten.