About

{getContent} $results={3} $label={Paid Blogger Template Download For Free} $type={grid}

Masa Lalu, Masa Kini & Masa Depan



Masa selalu menjadi sebuah misteri bagi banyak orang, coba saja lihat di zaman modern ini banyak bermunculan paranormal-paranormal yang katanya dapat melihat dan meramalkan masa depan.

Film-film bermunculan dan novel-novel diterbitkan yang menceritakan bagaimana orang-orang bisa melintasi masa, baik itu masa lalu maupunmasa depan. Berbicara tentang masa selalu menarik dan menimbulkan gairah.

Kalau anda senang menonton film, tentunya anda pernah mendengar bahkan menonton film yang judulnya "Back To the Future" bahkan film ini sampai sambung menyambung (kalau tidak salah sih sampai empat seri). Di film ini diceritakan ada seorang Profesor mampu membuat sebuah mobil super canggih yang mampu melintasi waktu. Keren kan...jangankan jarak ribuan kilo, waktu saja dapat dijelajahinya. Saya tidak akan menceritakan kembali detil filmnya karena nanti kepanjangan karena anda harus membaca tulisan ini sampai ratusan halaman.

Singkatnya film tersebut menceritakan bagaimana masa lalu mempengaruhi saat ini dan saat ini mempengaruhi masa depan. Walaupun penjelajahan waktu secara teknologi saat ini tidak memungkinkan, namun ide cerita dan pesan yang disampaikan oleh film tersebut sangatlah dalam.

Biarlah masa depan tetap menjadi misteri dan lakukan yang terbaik saat ini, karena apa yang kita lakukan saat ini akan berkontribusi untuk masa depan kita. Masa lalu merupakan sebuah kenyataan hidup yang menjadi pengalaman penuh arti. Jadikan ia sebagai pembelajaran dan perbaiki kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan pada masa lalu, ya tentunya bukan dengan kembali ke masa lalu, namun dengan melakukan perbaikan pada saat ini.

Jangan pernah terpaku pada masa lalu karena kita hidup saat ini. Lakukan yang terbaik saat ini demi masa depan.

Hakikat Masa Depan

Hakikat Masa Depan
Anda pastinya pernah melihat film anak “Doraemon”, ya. Film yang menceritakan tentang robot kucing yang datang dari masa depan dan dikirim kea bad 20 untuk membantu Nobita, si anak malas yang saat itu bersekolah di kelas 5 SD.
Apa yang ada dalam bayangan anda saat anda menyaksikan film itu dulu? Pasti sebuah impian dimasa depan, dimana segala sesuatunya mudah dikerjakan dan semua bisa dikerjakan dengan alat - alat modern. Itulah mungkin yang ada dalam benak anak - anak penggemar film Doraemon. Semua anak ingin memiliki Doraemon, yang bisa membawa kemana saja kita mau dalam waktu sekejap saja dan membantu mengerjakan semua aktivitas kita dengan alat yang keluar dari kantongnya. Terkadang seorang anak yang memiliki rival atau seteru bergumam “jika aku punya doraemon, pasti kamu akan ku kerjai habis - habisan”.
Itulah gambaran tentang Doraemon, robot masa depan yang dulu selalu menemani minggu pagi kita, tapi kini saat kita beranjak dewasa, makna masa depan menjadi lain. Tidak semudah seperti yang dibayangkan saat kita melihat film Doraemon.
Masa depan adalah bayangan tak berwujud, bayangan yang akan terwujud saat kita mneginjakkan kaki di masa itu. Bagaimana bentuk bayangan masa depan? Semua tergantung pada pilihan kita dalam menentukan langkah. Berpacu pada sebuah pepatah bahwa hidup adalah Pilihan, menyadarkan kita betapa pentingnya langkah kita saat ini. Sungguh merugi jika kita tidak dapat menentukan pilihan - pilihan hidup, karena masa depan ditentukan oleh pilihan kita saat ini.
Pada hakikatnya, masa depan adalah sebuah pilihan dimana kitalah yang menentukan pilihan itu dari sekarang dan untuk Masa Depan.

“MASA DEPAN DI TANGAN ISLAM”



ISLAM SATU SISTEM HIDUP


Kenapa Islam akan menguasai masa depan ?
Karena Islam adalah satu sistem hidup yang bukan saja masalah kepercayaan atau aqidah saja, yang bukan hanya mengurusi masalah ibadah-ibadah praktis saja. Tapi Islam dapat dipraktekan dalam semua aspek kehidupan. Sistem ini merangkumi konsep kepercayaan yang dapat menjelaskan hakikat keberadaan alam semesta dan dapat menentukan kedudukan manusia di alam ini. Islam juga merangkumi beberapa cabang sistem dan peraturan hidup yang praktis, yang termasuk didalamnya sistem moral (sumbernya, asas-asasnya), sistem politik (bentuk dan cirinya), sistem masyarakat, sistem ekonomi (falsafah dan strukturnya), serta sistem antar bangsa dengan segala jalinan pertalianya. Konsepsi Islam tidak dapat dipisahkan antara aqidah yang bersifat ruhaniyah tapi sangat berkaitan erat dengan kehidupan duniawi.

Ciri-ciri Islam :
Syumuliyah (menyeluruh), praktis dan mempunyai landasan yang kuat.

Kenapa pada masa sekarang ini muncul keraguan dikalangan ummat Islam sendiri untuk menggunakan syari’atnya ?
Karena ada usaha-usaha bersama dikalangan musuh islam yang menghalalkan segala cara dalam membatasi Islam, agar hanya mengurusi wilayah-wilayah ibadah saja, yang memisahkan islam dengan politik / negara, islam dengan ekonomi dll. Mereka berusaha mengganti syariat islam yang tunggal dengan ideology-ideologi (faham-faham / aqidah-aqidah) lain yang tujuan besarnya adalah menghapus Islam di muka bumi.

Tapi sekali lagi mereka tidak akan mampu meruntuhkan Islam, karena akar islam jauh lebih kokoh untuk menopang Islam agar tetap hidup dimuka bumi ini.
Titik perbedaan antara sistem islam dengan sistem yang lainnya bahwa menurut sistem hidup islam manusia hanya mengabdikan diri kepada Allah yang esa, dan mengesakanya, manusia hanya menerima konsep, nilai, pertimbangan, sistem, syariat, undang-undang, akhlak yang datang dari Allah. Sedangkan sistem/nilai mereka datang dari orang-orang yang sama dengan mereka juga. Atau disebut juga sistem jahiliyah.

SETIAP AGAMA ADALAH SISTEM HIDUP


Ada pertalian yang sangat erat antara konsep kepercayaan dengan sistem sosial, dan sistem hidup. Konsep sosial dengan segala cirinya adalah salah satu bagian dari konsep kepercayaan. Setiap sistem sosial terbentuk dengan tujuan keberadaan manusia / fitrah manusia, jika ada sistem sosial yang tidak berlandaskan hal ini maka sistem sosial tersebut tidak wajar.
Agama adalah sistem hidup/sitem sosial karena agama merupakan konsep kepercayaan. Maka agama merupakan suatu sistem yang mengatur kehidupan. Syari’at agama yang menyusun satu sistem hidup yang merupakan cetusan dari Ilahi yang mencakup keseluruhan konsep, pemikiran, perasaan, akhlaq, kegiatan dan perhubungan dalam semua aspek.
Setiap agama yang diturunkan oleh Allah adalah untuk dipraktekan di alam nyata dan untuk diterapkan dalam segala kegiatan hidup manusia, Agama bukanlah hanya untuk direnungkan saja dan bukan hanya untuk membersihkan jiwa dalam soal-soal akhlaq, Agama bukanlah hanya lambang lambang amalan di mesjid-mesjid dan bukanlah hanya urusan pribadi sebagian kecil dari kehidupan manusia. (contoh-contoh dalam Al Qur’an, An-Nisa:64; Al Maidah:44-50; Al Anam:146; Asy-sura 10-15; Hud 84-87; Asy-Syu’ara 150-152; Albaqarah 213;)
Sistem hidup manusia yang asasi mestilah berlandaskan metode konsep kepercayaan, yang menafsirkan hakikat hubungan alam dengan penciptanya, kedudukan manusia di alam, tujuan keberadaan manusia dan jenis-jenis hubungan yang dapat mempraktekan tujuan tersebut.
Hanya ada dua pilihan sistem di dunia ini yaitu sistem yang berlandaskan Robbaniyah atau sistem yang berlandaskan jahiliyah.

PERPECAHAN DAN PERTENTANGAN JIWA YANG AMAT BURUK


Perlu ditegaskan sekali lagi bahwa tidak ada pertentangan antara agama dan dunia, bahkan keduanya saling terkait dan mempengaruhi. Dan pertentangan ini terjadi saat ini dimana kehidupan manusia sudah terpisah dari sistem hidup yang diridhai Allah. Contoh kisah dimana manusia lebih cenderung pada kehidupan yang tidak diridhai Allah adalah pertentangan kaum yahudi dengan risalah yang dibawa oleh Isa Al Masih (Ali Imran :50), dan contoh bagaimana kaum Kristen yang memisahkan antara agama dengan dunia (aliran monastisisme) dimana aliran ini berpendapat bahwa cara untuk menjalankan agama yang benar adalah sama sekali menjauhkan dunia dari kehidupan, mereka beranggapan tidak akan masuk surga jika mereka merasakan kenikmatan dunia sedikit saja, factor yang paling besar yang menjadi pemecah antara hubungan agama dan negara adalah gereja merupakan institusi yang mempunyai hak monopoli untuk memahami dan menafsirkan  kitab suci, dan ia melarang orang yang diluar system pendeta yang mencoba untuk memaha,i dan menafsirkanya, kemudian tindakan itu diikuti oleh doktrin-doktrin yang menyesatkan.
Kesimpulanya adalah barang siapa yang menyandarkan peraturan hidupnya pada peraturan buatan manusia maka ia sama saja membangun istana di atas pasir. Karena pengetahuan manusia selalu berubah dan bertambah sehingga tidak ada peraturan yang abadi sepanjang zaman.

BERAKHIRNYA PERANAN ORANG-ORANG KULIT PUTIH


Tidak akan kekal satu system social dan tidak akan hidup satu prinsip atau nilai pun, kecuali apabila terpancar daripadanya dan terbina padanya dasar kepercayaan yang terikat dengan Allah dan interpretasi yang menyeluruh tentang alam semesta, kedudukan manusia di alam dan tujuan keberadaan manusia. Dari sinilah yang mengakibatkan peranan orang kulit putih berakhir karena system nilai yang dibangun sangat terbatas  dalam lingkaran masa tertentu karena yang menjadi dasarnya adalah nilai-nilai yang terputus daripada dasar yang hakiki dan abadi. Dan system orang kulit putih tidak mampu menghapus berbagai bentuk kelaparan dalam diri kehidupan manusia.

TANDA BAHAYA


Kita tahu bahwa manusia terbentuk oleh suasana yang mempengaruhinya yaitu aspek teknologi, perkembangan pengetahuan baik itu politik, ekonomi, maupun budaya. Sangat berbahaya sekali jika dalam membangun manusia hanya dari aspek akal, fisik atau kimia saja, dan hanya dari konsep manusia saja. Tapi tidak dibangun oleh aspek-aspek yang berdasarkan ketuhanan / ketauhidan, ahklaq kepercayaan. Sebagai contoh teori-teori tentang manusia yang berkembang sekarang sangat menolak jika aspek ketuhanan/kepercayaan, akhlaq keagamaan dimasukan kedalam teori mereka. Kesemuanya itu jelas akibat dari sikap yang selalu memusuhi hal-hal sifatnya datang dari Allah.
Bahaya yang paling besar apabila manusia merasa begitu perlu untuk menggantungkan penghidupan kepada sesuatu yang bersifat kebendaan maka itulah akibat yang paling buruk yang akan menimpanya.
Maka bahaya itu tidak akan terjadi jika system yang dibangun adalah system yang membolehkan perkembangan ibadahyang kemudian menjadi amalan yang merupakan salah satu aspek ibadah (An-Nisa : 65).

PENYELAMAT


Dari berbagai bukti sejarah, dan apa yang dialami pada masa sekarang dimana berbagai sistem yang bukan bersumber dari sumber ilahiyah, sudah terbukti bahwa sistem yang dibuat manusia sangat terbatas oleh waktu dan selalu saling melenyapkan antara pemikiran yang satu dengan yang lainya, contoh sistem komunis yang sudah mulai habis, sistem barat yang materialistis yang menghapuskan sama sekali hubungan sistem agamanya, Bahkan kondisi tersebut diperkuat oleh tulisan-tulisan orang yang notabene pendukung sistem mereka (Dr. Carell dan Mr. Dulles). Kesimpulanya adalah tidak ada satu sistem pun di dunia ini yang mampu menjamin kemaslahatan pada manusia dan condong pada hakikat manusia jika sistem tersebut dibuat oleh manusia dan atau difikirkan oleh manusia.
Maka hanya sistem yang keluar dari tuntunan ilahiyah yang akan mampu menjawab semua tantangan tidak terbatas oleh waktu. Islam adalah satu sistem hidup, yang mempunyai dasar yang kukuh, bebas, menyeluruh dan sempurna. Agama adalah adalah dasar bagi semua ilmu, sumber bagi pertumbuhan ilmu dan kebudayaan. Islam mendorong dan membimbing ke arah pertumbuhan budaya tapi tidak keluar dari lingkaran fitrah (unsure gerakan, penciptaan, prtumbuhan, dan kemajuan), yang tidak keluar dari hakikat dan ciri-ciri utama manusia.

MASA DEPAN DI TANGAN ISLAM


Keyaqinan kami adalah mutlak bahwa masa depan ada di tangan Islam. Sudah terbukti bahwa Islam sanggup menyelamatkan manusia dari bahaya yang disebabkan oleh pengaruh budaya materialisme, Islam yang sanggup memberi manusia suatu sistem yang sesuai dengan kejadian dan keperluan hakikinya, Islam yang dapat meleraskan langkah-langkah penciptaan kebendaaan dan langkah-langkah kemurnian rohaninya, Islam saja yang sanggup menciptakan kehidupan yang realistic bagi manusia sehingga dapat diwujudkan keseragaman yang tidak dapat diketahui oleh manusia sebelumnya.
Perjuangan islam adalah perjuangan yang didasarkan pada factor yang tersembunyi dibalik hakikatnya yang unggul, dalam kesederhanaan, kejelasan dan kelengkapanya, dalam keserasiannya dengan fitrah manusia dan dengan segala kesanggupanya memenuhi keperluan yang hakiki. Kekuatan tersebut timbul dari dasar penghambaan diri kepada Allah, menerima segala apa-apa yang diperintahkan Allah dan menolak apa-apa yang dilarang Allah, menyingkirkan penghambaan diri pada manusia
Oleh Karena itu keyakinan kita terhadap masa depan ada ditangan Islam harus dibarengi dengan peningkatan ibadah kita semata-mata karena Allah, kita perlu meningkatkan kesederhanaan kita terhadap keadaan sekitar dan meningkatkan kefahaman kita terhadap berbagai teknik dan taktik masa kini, kita perlu meningkatkan pengetahuan kita tentang peradaban dan kebudayaan masa kini dan mempraktekan peradaban dan kebudayaan itu dengan tujuan untuk menguji dan memimilih, karena kita tidak akan bisa memilih dengan benar kecuali dengan pengetahuan dan pengalaman. Kita perlu meningkatkan pengetahuan kita tentang hakikat kehidupan manusia dan keperluannya yang hakikiyang senantiasa berubah-ubah, kita ambil yang patut kita ambil dan kita tolak yang patut kita tolak berdasarkan pengalaman dan kita akan hidup dengan kebudayaan setarap dengan pengalaman kita.

CATATAN PERESUME :

Buku ini telah membuktikan bahwa tidak ada satu sistempun (sistem buatan manusia) di dunia ini yang mampu bertahan dalam perubahan perkembangan manusia yang secara sendirinya merubah sistem itu sendiri. Berbagai contoh sejarah yang secara ilmiyah paparkan oleh penulis mampu membuktikan sekali lagi bahwa sistem-sistem hasil pemikiran manusia tidak sesuai dengan hakikat penciptaan manusia itu sendiri bahkan sistem tersebut cenderung menjerumuskan manusia kedalam kubangan nista dan kehancuran yang terencana.
Buku ini adalah buku aqidah (keyakinan) bagaimana seharusnya umat islam harus yakin pada agamanya sendiri, bagaimana umat Islam harus yakin terhadapa sistem yang lahir dari tuntunan ilahiyah (Allah Rabbul ‘Izzati)

Photo Aiz


Masa Depan di Tanganmu

Orang lain hanya sebagai penonton atas segala yang terjadi dalam hidup karena masa depan bukan diberikan oleh mereka tapi diusahakan oleh diri kita sendiri.

Allah menghendaki kemudahan bagi kita dan kita mengupayakan segalanya di tangan kita. Impikan masa depan yang gemilang. Janganlah puas dengan hal yang biasa, umum, dan rata-rata. Prestasi yang biasa, teman-teman yang biasa, keadaan yang biasa, lingkungan yang biasa. Berusahalah untuk menemukan apa yang membuat kamu unik dan asli. Ingatlah, kamu adalah makhluk yang Allah ciptakan dengan segala kesempurnaan, bahkan ketika kamu merasa kamu biasa-biasa saja.

Perubahan menuju sesuatu yang lebih baik hanya akan kamu dapatkan ketika kamu mengupayakan dengan uasaha dan doa bukan sekedar berpangku tangan menunggu keajaiban.


Situasi apapun bisa kita perbaiki dengan melakukan sesuatu yang berarti. Ketika kita berada pada kondisi tidak beruntung, maka kita akan mampu menjadi si beruntung saat mampu mengupayakan mimpi menjadi kenyataan. Masa depan ada di tanganmu sejauh mana kamu mampu meraihnya dengan keyakinan diri dan berpikir kamu mampu.


Tidak ada seorang pun yang mampu menolong diri kira dari situasi ketidakberuntungan selain diri kita sendiri. Kitalah yang menolong diri kita sendiri. Segeralah meyakini bahwa masa depan diupayakan oleh diri kita, masa depan ada di tangan kita.



Bagaimana mengupayakan bangkit dari keterpurukan


1. Pertebal keyakinan diri untuk bisa bangkit.

2. Pertolongan dan nasihat tidak banyak membantu kecuali kita membantu diri kita sendiri.


"sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-ra'ad : 11)

Renungan Masa Depan




Sahabat!
Taukah kalian akan makna kematian?
Ya, kematian merupakan hal yang biasa kita jumpai tetapi kematianjuga masih merupakan momok bagi kita jika seandainya kematian itu terjadi pada diri kita. Sadarlah, kematian akan datang pada kita karena perlahan setiap detik, menit, jam, hari yang kita punya di dunia berkurang. Dunia tidak dapat menampung kita selamanya karena duniapun tidak akan abadi.

Lalu setelah mati?
Kematian bukan sebuah akhir perjalanan. Memang, sebuah akhir perjalanan di dunia tetapi juga sebuah awal perjalanan menuju “masa depan” yang kekal. Perjalanan yang sangat berat yang harus kita tempuh sendiri tanpa ditemani keluarga, teman-teman. Mempertanggungjawabkan dan menerima konsekwensi atas semua yang telah dilakukan di dunia.

Sekilas, tulisan di atas mungkin sama saja dengan yang lainnya. Tapi, lihatlah “masa depan” itu. Sekarang kita bisa menghabiskan waktu sesuka kita. Tapi,ketika semua kegiatan kita hanyalah hura-hura, semuanya tidaklah berarti jika kita merenungi akan masa depan kita. Tidak akan berdampak pada masa depan.
Sahabat, bukan maksud saya untuk membuat kalian takut, menyalahkan takdir atau bahkan Tuhan atas hal yang akan menimpa kita tapi saya hanya ingin kita semua sadar akan hal ini. Menyesali keadaaan malah akan memperburuk kita. Saya tidak akan menyuruh kalian untuk segera bertobat karena tujuan saya menulis seperti ini tidaklah untuk itu. Kalian sendirilah yang tau pilihan mana yang akan kalian pilih nantinya. Jalanai saja apa yang ada dan ingat selalu akan “masa depan” itu.

13 jalan menuju sukses bagi perempuan masa depan.


Perempuan saat ini harus siap menghadapi perubahan nilai2 yang ada di masyarakat. Dalam masyarakat yang sedang berubah, ada tekanan yang menimbulkan ketegangan, panik, sedih, juga kegembiraan yang tak terkendali, kata Dr.Hj.Endang Pudjiastuti Untung, M.Pd, psikolog, pemerhati masalah perempuan, pemilik praktik psikologi dan pengembangan pribadi “Anugrah Aji”. Untuk itu, perempuan diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya baik untuk kepentingan pribadi, atau sebagai ibu, istri dan anggota masyarakat. Dalam menyongsong masa depan yang penuh ketidakpastian, perempuan harus belajar dan belajar. Tigabelas cara yang dianjurkan Endang ;

  1. Mengembangkan sikap mental positif yang ujungnya memberikan kepuasan batin, untuk mengganti pikiran negatif yang merusak diri.
  2. Memastikan tujuan, di kantor, kehidupan rumah tangga, masyarakat, membuat individu mampu menentukan langkah selanjutnya.
  3. Bekerja maksimal bahkan melebihi yang harus dikerjakan, hasilnya pun akan melebihi yang diterima selama ini.
  4. Belajar dari kekalahan dan kegagalan. Kekuatan akan tumbuh dari kelemahan, sementara kegagalan bisa mendorong seseorang melakukan usaha istimewa. Jika gagal katakan pada diri,”Saya tidak akan melakukan kesalahan itu lagi.”
  5. Inisiatif pribadi, berusaha kreatif dalam melakukan sesuatu dan bersemangat untuk mengatakan pada diri, “Ayo, jalan terus.”
  6. Memiliki antusiasme, suatu kondisi atau pikiran yang penuh semangat, sekaligus memberi inspirasi pada seseorang untuk bertindak. Semangat tsb mudah menular dan mempengaruhi siapa saja yang berhubungan dengan pemilik antusiasme ini.
  7. Memiliki kepribadian menyenangkan. Untuk memiliki kepribadian ini kita sendiri yang memutuskan apakah ini menjadi orang menyenangkan atau sebaliknya. Namun, percayalah, memiliki kepribadian menyenangkan juga bisa memberi kesenangan tersendiri bagi diri.
  8. Disiplin diri, modal besar untuk maju. Dengan disiplin diri, bahkan gunung tinggi pun bisa kita taklukkan.
  9. Menganggarkan waktu dan uang dengan perencanaan yang tepat. Rahasia orang sukses adalah mampu menganggarkan pemasukan dan pengeluaran secara tepat dan cermat. Waktu adalah modal yang dapat diubah menjadi kekayaan yang diinginkan. Waktu bisa dibagi menjadi 3 bagian besar, yaitu tidur, bekerja dan rekreasi. Bagilah secara proporsional.
  10. Menjaga kesehatan fisik dan mental. Kemampuan kompetisi anda sangat bergantung pada kesehatan anda.
  11. Memiliki relasi sosial yang luas. Bergabung dengan orang yang memiliki nilai, tujuan dan minat yang sama, bisa mendukung kegiatan anda. Jika berada dalam kelompok, tidak ada masalah yang terlalu sulit untuk dipecahkan, dan tidak ada cita2 yang terlalu tinggi untuk dicapai. Bekerja dalam tim menimbulkan komitmen kuat untuk kepastian yang sama. Bekerja secara tim tak selalu pekerjaan kantor. Di lingkungan keluarga pun bisa, seperti menjadi panitia pernikahan, di mana semua anggota termasuk anda berusaha untuk satu tujuan ; membuat pesta pernikahan yang sukses.
  12. Memiliki visi yang kreatif. Gunakan imajinasi untuk menetapkan tujuan dan mampu memusatkan pikiran pada satu pokok permasalahan agar dapat menguasainya. Berpikir secara akurat. Pemikir yang cermat akan belajar mempercayai keputusannya sendiri. Berhati-hati pada siapa pun yang mencoba mempengaruhi.
  13. Penghayatan iman. Percaya bahwa berbuat baik pada orang lain akan berdampak positif pada diri anda, meski tak seorang pun melihat perbuatan anda, kecuali Tuhan.

Membawa Masa Depan Ke Hari Ini !!!

Bab 19 dari Buku Becoming A Star ini mengenai tugas seorang pemimpin adalah mendatangkan masa depan ke masa kini, lebih cepat daripada yang mungkin bisa dicapai oleh organisasinya tanpa kepemimpinannya.
Untuk memperbesar kesempatan kita dalam upaya mendatangkan masa depan ke dalam kehidupan profesional dan pribadi kita sedini mungkin, marilah kita menjawab pertanyaan pertanyaan berikut:
“Apakah anda orang masa lalu atau orang masa depan?”
1. Orang masa depan adalah ahli kemungkinan, bila sesuatu belum dicapainya, tetapi pernah dicapai oleh orang lain, maka baginya itu mungkin.
2. Orang masa depan memang pejalan jauh, bila yang diimpikannya itu belum pernah dicapai atau dicoba orang lain, dia justru lebih bersemangat.
3. Orang masa depan melihat dengan jelas apa yang bisa dicapainya dalam gambar mental di pikirannya, itulah yang kita sebut visi.
4. Orang masa lalu adalah orang yang memiliki ingatan yang kuat mengenai kegagalan dan kesulitan di masa lalu, dan menilai kesempatan yang tersedia baginya terlalu sulit, terlalu beresiko, atau tidak mungkin.
5. Orang masa lalu berprinsip biar lambat asal selamat, dan meyakini dan menjalankan pepatah itu tanpa menyadari banyak sekali orang di sekitarnya yang melaju sangat cepat melampauinya dan selamat.
Keselamatan perjalanan hari ini tidak ditentukan oleh cepat atau lambatnya sebuat perjalanan, tetapi terutama disebabkan oleh ketepatan cara yang kita gunakan.
Para bintang di sekitar kita adalah orang orang masa depan yang mempraktekkan masa depan itu, hari ini.
Dengan kesadaran penuh menjadi lebih sederhana, lebih efisien, dan pasti lebih efektif.
Dan tugasnya sebagai pemimpin adalah menyederhanakan kompleksitas dalam proses usahanya saat ini melalui pemikiran sistem dan tindakan teratur, untuk mencapai hasil maksimal dalam batasan-batasan sumberdayanya.

INGIN SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT? BERTAHAJUDLAH!

Setiap kita pasti ingin menjadi manusia yang sukses di dunia dan akhirat. Tapi, tahukah Anda jalan mana yang harus ditempuh menuju kesuksesan itu? Bagi Anda yang ingin segera meraih kesuksesan tersebut, tak ada salahnya melakukan satu resep sederhana ini: TAHAJUD.

Inilah beberapa keutamaan tahajud yang bisa membantu Anda meraih kesuksesan itu:
  1. Menjauhkan diri dari kelalaian hati.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa mengerjakan shalat pada malam hari dengan membaca seratus ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang lalai. Dan apabila membaca dua ratus ayat, maka sungguh ia akan dicatat sebagai orang yang selalu taat dan ikhlas.” (Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak).
  1. Dibanggakan Allah di hadapan para malaikat.
Al-Hasan Al-Bashry Rahimahullah mengatakan, “Apabila seorang hamba tidur lalu bangun untuk bersujud, Allah akan menghiasi mereka dengan malaikat. Dia berfirman: ‘Lihatlahpada  hamba-Ku ini, ia beribadah kepada-Ku, merasa senang di sisi-Ku dan dia melakukan sujud.’” (Imam Ahmad, Az-Zuhud).
  1. Hati menjadi lapang dan bahagia.
Atha Al-Khurasani Rahimahullah mengatakan, “Apabila seseorang melakukan qiyaamullail, maka pada waktu paginya akan merasa bahagia. Apabila tidak mengerjakannya, maka di waktu paginya akan menyesal dan hatinya gelisah.” (Al-Maqrizi, Mukhtasar Qiyaam Al-Lail).
  1. Menyebabkan kemenangan dalam jihad melawan musuh.
Ketika pasukan Romawi kalah melawan umat Islam, Hieraclius bertanya kepada para pasukannya, “Menurut kalian, apa yang menyebabkan kalian kalah?” Seorang tua dari pembesar Romawi menjawab, “Karena mereka mengerjakan shalat pada malam hari dna puasa pada siang hari.” (Ibnu Al-Qoyyim bin Asakir, tarikh Dimasyq, 1:143).
  1. Menyebabkan masuk surga.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air. Sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orangorang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyaat 15-18).

  1. Meringankan lamanya berdiri pada hari kiamat.
Ibnu Abbas ra berkata, ”Barangsiapa yang senang bila lamanya berdiri di hari kiamat diringankan oleh Allah, maka hendaklah ia memperlihatkan dirinya kepada Allah di malam hari dengan sujud dan berdiri mengingat hari akhir.” (Ibnu Jarir Ath-Thabari, tafsir Ibnu Jarir, XXIII:20).
  1. Menghapus kejahatan dan mencegah perbuatan dosa.
Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili ra, ia mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Hendaklah kalian mengerjakan qiyaamullail, sesungguhnya ia adlah kebiasaan orangorang saleh sebelum kalian, mendekati diri kepada Allah Ta’ala, mencegah perbuatan dosa, menghapus kejahatan dan menangkal penyakit dari badan.’” (Diriwayatkan At-Turmudzi, Al-Hakim)
  1. Menyebabkan doa terkabul.
Diriwayatkan dari Amru bin Abasah ra, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Paling dekatnya Tuhan kepada hamba-Nya adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Bila engkau mampu menjadi orang yang berdzikir (mengingat) kepada Allah pada waktu itu, lakukanlah.” (Diriwayatkan oleh At-Turmudzi).
  1. Mendatangkan kecintaan Allah.
Diriwayatkan dari Abibarda ra, ia mengatakan Rasulullah bersabda: “Ada 3 macam manusia, Allah mencintai mereka, tersenyum kepada mereka dan merasa senang dengan mereka, yaitu salah satunya adalah orang yang memiliki istri cantik serta tempat tidur lembut dan bagus. Kemudian ia bangun malam (untuk shalat), lalu Allah berkata: ‘Ia meninggalkan kesenangannya dan mengingat Aku. Seandainya ia berkehendak, maka ia akan tidur.” (Riwayat Ath-Thabrani).
  1. Menyebabkan muka berkilau dan bercahaya.
Ada orang yang bertanya kepada Hasan Al-Basri ra: “Mengapa orang-orang yang bertahajud di waktu malam memiliki muka yang bagus?” Ia menjawab: “Karena mereka menyendiri bersama Tuhannya pada malam hari, kemudian Allah memberikan kepada mereka sebagian dari cahaya-Nya.” (Al-Maqrizi, Mukhtasar Qiyaam-Allail).
  1. Menangkal penyakit fisik.
Abu Utsman Al-Khurasan Rahimahullah mengatakan “Qiyaamullail merupakan kehidupan bagi tubuh, cahaya bagi hati, sinar pada penglihatan, dan kekuatan pada anggota tubuh.” (Al-Maqrizi, Mukhtasar Qiyaam-Allail).

Selain kesebelas poin di atas, shalat tahajud juga dapat membersihkan jiwa, mendidik jiwa selalu bergantung kepada Allah, menyebabkan kita mendapatkan taufik, pertolongan, dan rahmat-Nya, menjadi penolong di hari kiamat, meringankan beban dan kesulitan besar, serta sejuta keutamaan lainnya.

Anak Pertama dengan Anak Pertama atau Anak Terakhir dengan Anak Terakhir : Tidak Boleh Menikah !

patah hati

Ini dia satu lagi hal yang aku tentang yaitu sebuah adat dan kepercayaan bahwa pantang menikahkan anak pertama (mbarep) dengan anak pertama juga, Atau juga sebaliknya anak terakhir (bungsu) tidak boleh menikah dengan anak bungsu juga. Mungkin bagi sebagian orang hal ini ekstrim dan tidak menghargai adat istiadat, tetapi silahkan dibaca dengan lengkap tulisan ini, Anda akan mengerti dan berubah pikiran.

Dalam adat sebagaian orang jawa dan mungkin juga suku lain, ada sebuah adat yang melarang bahwa seorang anak pertama tidak boleh menikah dengan yang sama-sama anak pertama. Anak pertama paling cocok menikah dengan anak bungsu. Atau kalau tidak, anak kedua dan seterusnya, yang penting jangan sampai sulung dengan sulung atau mbarep dengan mbarep. Demikian juga untuk anak terakhir tidak boleh dengan anak terakhir atau bontot dengan bontot atau ragil dengan ragil.
Adat ini telah mendarah daging bagi banyak orang. Dan seperti sudah menjadi keharusan untuk dilaksanakan dan diterapkan pada keluarganya, jika tidak maka mereka yang percaya meyakini jika dilanggar akan terjadi bencana, pernikahan tidak bahagia, dan hal-hal jelek lainnya.
Mari kita bahas tentang asal muasal larangan ini !
Dari hasil bertanya, berdebat dan survey yang aku lakukan, adat yang berupa larangan ini sebenarnya memiliki maksud yang baik, yaitu dalam rangka mewujudkan sebuah keluarga yang bahagia. Dasar penilaiannya adalah dari faktor psikologi anak yang akan menikah tersebut. Yaitu :
  1. Anak pertama atau anak sulung atau anak mbarep memiliki kecenderungan sifat psikologi :
    1. Memimpin dan melindungi
    2. Memiliki keputusan sendiri
    3. Mandiri dan merasa bisa sendiri tanpa orang lain
    4. Suka mengatur dan tidak mau diatur
    5. Tidak mudah menerima pendapat orang lain.
  2. Anak terakhir atau anal bontot atau anak ragil memiliki kecenderungan sifat psikologi :
    1. Manja dan suka ketergantungan kepada kakak atau orang tua
    2. Cenderung penurut pada kakak dan orang tuanya
Nah coba bayangkan jika anak pertama ketemu dengan anak pertama !
Hasilnya adalah cenderung mereka akan selalu bertengkar, kekeh pada pendapat dan pikiran sendiri, susah untuk mengerti satu sama lain. Inilah yang dikhawatirkan oleh orang jawa atau suku lain terhadap pernikahan antara anak pertama dengan anak pertama
Kemudian bayangkan jika anak terakhir menikah dengan anak terakhir !
Hasilnya adalah keluarga yang tidak mandiri, masih menggantungkan pada orang tua atau saudara. Kepala keluarga yang tidak tegas, hal ini tentunya tidak baik bagi masa depan keluarga nantinya.
Dan kemudian bayangkan jika anak pertama menikah dengan anak terakhir !
Inilah kondisi ideal yang diharapkan atau dicari oleh orang jawa dalam mencarikan atau menyetujui jodoh untuk anaknya. Kedua kecenderungan psikologi akan saling melengkapi. Apa lagi kalau yang anak pertama adalah laki-lakinya, yang anak terakhir adalah wanitanya. Cocok sekali untuk menjadi suami istri.
Tetapi apakah itu betul ? mari kita lihat dari tinjauan agama !
Inilah dasar pemikiranku yang menentang adat itu yang dulu pernah aku disuruh untuk menaatinya. Bagaimana islam memberikan solusi pencapaian sebuah keluarga yang bahagia tanpa memandang latar belakang yang menikah itu anak nomor berapa.
Lha terus apakah adat itu salah ? kan tujuannya baik yaitu dalam rangka mewujudkan keluarga yang bahagia !
Ada tiga kesalahan yang ada dalam adat ini jika diterapkan dan dijadikan pedoman hidup yaitu :
  1. Tidak mengadopsi kondisi jika yang mau menikah adanya cuma anak pertama dengan anak pertama atau tinggal anak terakhir dengan anak terakhir.
    Di suatu daerah jangakauan sudah tidak ada lagi calon yang memenuhi adat ini, maka bisa-bisa nggak jadi menikah sampe tua. Bukankah ini sebuah pelanggaran baik dari sisi kemanusiaan maupun sisi kemasyarakatan. Artinya ada kondisi adat membelenggu seseorang sehingga tidak jadi menikah. Belum lagi masalah cinta. Apa bila menikahkan seseorang tidak berlandaskan cinta, maka ini sudah pasti kelihatan dari awal bahwa keluarga yang terbentuk tidak bahagia. Bagaimana seorang suami akan sayang kepada istrinya dalam kondisi tidak cinta atau sebaliknya.  Demikian juga untuk cinta yang tidak kesampaian. Seseorang lelaki yang sudah terlanjur cinta pada seorang gadis atau sebaliknya, ketika ternyata yang menjadi istrinya adalah orang yang tidak dicintai, maka kasus yang sering terjadi adalah perselingkuhan.
  2. Penilaian hanya didasarkan pada keumuman kecenderungan psikologi.
    Memang benar anak pertama cenderung keras sifatnya dan akan terakhir cenderung manja. Tetapi bagaimana jika yang terjadi adalah kondisi keluarga yang menjadikan anak-anaknya manja semua. Walaupun anak pertama bisa saja manja karena dari kecil didampingi oleh pengasuh, apapun dipenuhi dan dituruti sehingga tak ubahnya seperti anak terakhir. Atau anak terakhir menjadi lebih dewasa karena pola asuh orang tuanya.
  3. Mendahuli Ketetapan Tuhan dan menjadi percaya ada sesuatu yang bisa menandingi kuasa Tuhan
    Yaitu seperti sudah mengetahui dan memastikan apa yang akan terjadi esok waktu yaitu bencana dan ketidak bahagiaan sebuah rumah tangga yang jika melanggar adat ini. Bukankah hari esok hanya Tuhan yang tau. Disamping itu dengan mempercayai akibat dari pelanggaran adat ini adalah sama saja percaya bahwa pelanggaran ini bisa meimbulkan perkara yang menjadi urusan Tuhan. Artinya percaya ada kekuatan yang sama-sama bisa melakukan sesuatu sebagai mana Tuhan berkehendak walaupun sebagian hal saja, yaitu dalam urusan menentukan kebahagiaan, becana dan nasib sebuah rumah tangga. Secara akal sehatpun mempercayai adanya tandingan Tuhan dalam menentukan perkara kehidupan adalah sama saja percaya bahwa Tuhan itu lemah dan bisa diintervensi. Bukankah ini sebuah hal yang sangat berdosa.
Lalu bagaimana prinsip yang paling memenuhi untuk dijadikan pedoman dalam mengambil jalan menuju pernikahan baik oleh orang tua mapupun oleh calon yang mau menuju jenjang pernikahan ?
Bahwa prinsip hidup yang baik adalah yang bisa menjangaku seluruh sisi kondisi kehidupan tanpa kecuali. Apapun kondisinya, prinsip hidup yang bagus dan baik tidak ada kelebihan yang menimbulkan kekurangan atau masalah di lain hari. Semua akan baik-baik saja jika prinsip itu dijalankan.
Ada satu hal yang bisa menjawab hal bahwa apapun kondisinya pernikahan itu akan bahagia yaitu niat “bahwa pernikahan adalah ibadah”. Untuk mencapai niat seperti ini tentunya orang tersebut sudah memiliki bekal ilmu agama yang cukup sehingga sudah bisa menempatkan posisi dirinya ketika hidup dan bermuamalah dengan orang lain.
Dalam agama kita, Nabi s.a.w telah memberitahukan bahwa jika pernikahan itu dibangun bukan atas dasar niat agama (ibadah) maka pernikahan itu tidak akan bahagia. Karena pedoman hidup yang paling sempurna adalah agama. Mungkin aku bukan orang pandai menyampaikan hal-hal keagamaan, tetapi aku percaya bahwa yang diajarkan oleh agama itu bisa menjawab seluruh sisi kehidupan.
Tetapi sayangnya yang terjadi adalah orang lebih cenderung untuk menjalankan agama separo-separo dan masih mencampurkan dengan adat dan nafsu yang seringnya adat dan nafsu ini bertentangan dengan ajaran agama.

Menatap indahnya Masa Depan

Menatap Indahnya masa depan

Banyak hal yang harus di perbuat, banyak ide yang harus dikeluarkan dan banyak sumber yang harus dipetik. Mungkin jika kita menatap masa lalu di mana masa itu bertempat dijurang keabadian yang dalam, terendap dalam lautan pasir yang bersih. Dimana kita harus menabur pasi ke semua wajah tak berdosa. Mungkin masa depan tidaklah lebih indah daripada masa lalu, mungkin potret dulu tak seindah yang akan datang tetapi mungkin kebahagiaan ku-mu-kita semua akan hadir seiring gagalnya kita menempuh hidup yang fana..ini.
Menatap masa depan yang mulai menggelitik tawa dan kesedihan yang berkepanjangan, seorang ibu seorang ayah yang telah mendidik kita tidak dapat kita musnahkan dari pikiran kita. Tidak hanya orang tua yang khawatir anaknya pergi tetapi kadang kala seorang anak khawatir orang tua tak kembali ketika ia pergi. Dari dulu mungkin kita hanya bermain-main melakukan apa yang hendak kita lakukan tanpa arah dan tujuan. Andai kita sadar dimasa depan ada kalanya kita bersedih ketika kehilangan mulai dirasa. Tetapi apakah kita terus berfikir dengan hal itu..? tidak. Karena kesedihan bukan sesuatu yangharus dirasakan namun gagasan tentang masa depanlah yang harus di wujudkan demi menebus sebagian dari wujud kesedihan yang telah terlanjur datang…. Tak banyak lagi yang dapat saya tulis ketika indahnya bersama anak saya datang, dan selalu memberikan kasih sayang dan kebahagiaan yang baru padaku. Dimana hal itu membuat rasa kehilangan sedikit terobati. Setelah kita menjadi oran tua kita pasti akan sangat-sangat tahu bahwa kebahagian masa depan ialah kebahagiaan untuk anak kita. Kegagalan hidup sebenarnya tidak ada tetapi orang yang merasa dirinya gagal itulah yang harusnya berkaca bukan pada kegagalan tetapi pada kenyataan akan datang tidak hanya di dunia tetapi di lain dunia. Thanks friend intinya dapat anda petik dimasa depan!!!

Menciptakan Masa Depan dengan Alquran

al-qur'an
 PEMBANGUNAN nasional dalam bidang pendidikan adalah upaya untuk
mencerdaskaan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia
Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta
menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan
masyarakat yang maju, adil, makmur dan beradab berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.

Upaya untuk meningkatkan kualitas manusia
Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia harus
dilakukan dengan berkesinambungan dari anak-anak usia dini yang
merupakan generasi penerus harapan bangsa.

Situasi dan kondisi masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah
muslim, saat ini sudah mulai bergeser dari nilai-nilai ketuhanan.
Hal itu merupakan realitas yang senantiasa kita lihat di berbagai
aspek kehidupan, seperti negara kita yang termasuk dalam salah
satu negara korupsi terbesar di dunia dan tingkat kriminalitas
yang sudah sangat mengkhawatirkan yang jika diperhatikan begitu
banyaknya saudara-saudara kita di Lemabaga Pemasyarakatan yang
notabenenya ber-KTP Islam.

Kondisi saat ini akan berdampak besar dan menjadi ancaman bagi
kita semua di masa yang akan datang jika tidak ada gerak langkah
perubahan dan perbaikan akhlak yang mulia yang dimulai dari diri
kita sendiri, dari sesuatu yang kecil dan mulai saat ini dan
dimulai dari generasi penerus bangsa yang muda usia atau anak-
anak. 

Melihat perkembangan kondisi bangsa Indonesiua saat ini akan
gejala krisis moral/akhlak yang banyak menghinggapi 'orang-orang
dewasa', maka dibutuhkan pendidikan dan pembinaan anak-anak
Indonesia sejak dini dengan segera dan berkesinambungan,
mengingat jika hanya perbaikan moral/akhlak orang-orang dewasa
hanya melalui training, pendidikan, latihan, kajian spiritual dan
lain-lain, tanpa membina anak-anak Indonesia sejak dini, maka
akan melahirkan kembali anak-anak Indonesia yang tumbuh dewasa
dengan 'paradigma lama' lagi.

Ketika kita mengkaji akhlak dan moral maka kita akan bersentuhan
dengan agama, nabi dan kitab sucinya. Nabi Muhammad SAW menerima
wahyu dari Allah berupa kitab suci Alquran sebagai kitab petunjuk
bagi seluruh umat manusia agar bertakwa dan berakhlak mulia.
Alquran sebagai kitab yang berisikan petunjuk, pedoman, pimpinan
bagi umat manusia dan juga mengandung suatu keterangan atau
penjelasan dengan mana kita bisa membedakan mana yang benar dan
mana yang salah.

Tetapi pada kenyataannya sebagian penduduk muslim di Indonesia
hanya menjadikan Alquran sebagai sesuatu yang disakralkan untuk
disimpan, dipajang hanya sebagai kaligrafi, diperlombakan sebagai
MTQ, dengan lupa untuk memahami makna dan esensi yang terkandung
di dalamnya.

Mungkin inilah salah satu faktor yang menyebabkan
situasi dan kondisi masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah
muslim justru pada kenyataannya sudah mulai bergeser dari nilai-
nilai ketuhanan yang menyebabkan gejala krisis moral dan akhlak;
menjadikan brand Islam hanya sebagai identitas administrasi saja
dengan melupakan esensi ajaran Islam yaitu bersumber dari Alquran
tanpa pemahaman dan pengkajian terhadap Alquran untuk dibaca,
dipelajari, dipahami dan dilaksanakan sebagai petunjuk dan
pedoman bagi seluruh umat manusia.

Pemahaman terhadap makna Alquran dan alhadist merupakan langkah
awal dan metode yang terarah untuk menuju perbaikan dan perubahan
karena petunjuk dan perencanaan hidup manusia di dunia menuju
akhirat telah tercantum dan tertulis dalam dua pusaka tersebut.

Dengan pemahaman makna Alquran dan alhadist yang tepat dan
terarah akan mudah dipahami oleh setiap individu dari berbagai
jenjang dan tingkatan, terutama dimulai dari generasi penerus
bangsa yang muda usia (anak-anak).

Upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman,
bertakwa dan berakhlak mulia merupakan peran pendidikan sejak
dini atau anak-anak dimulai dari pendidikan di keluarga, sekolah
(formal), lingkungan, dan pendidikan di luar sekolah (informal).
Pendidikan dan pembinaan anak-anak secara berkelanjutan hingga
menginjak dewasa merupakan tanggung jawab daripada pihak-pihak
tersebut.

Salah satu tempat pendidikan informal di luar sekolah dalam
rangka mendidik dan membina anak-anak Indonesia berakhlak mulia
sejak dini adalah Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang merupakan
tempat anak-anak memperoleh pendidikan dan pembinaan tentang
Alquran.

TPA ini tersebar di seluruh pelosok kota di seluruh
Indonesia, khususnya di Sumesel. Dapat kita lihat seperti di kota
Palembang, di langgar, surau, dan mushala serta masjid di kampung-
kampungnya terdapat Taman Pendidikan Alquran.

Salah satu ujung tombak yang membina generasi penerus bangsa
adalah guru-guru bagi anak-anak, lebih khusus lagi guru TPA
karena dalam lembaga pendidikan inilah secara idealnya generasi
penerus dibina dan dibentuk menjadi insan-insan yang qurani
melalui program membaca, menerjemahkan, mempelajari, memahami,
melaksanakan dan mensyiarkan nilai-nilai Alquran dan alhadist.

Untuk mempersiapkan hal tersebut maka guru-guru TPA perlu
pendidikan dan pelatihan bagaimana cara mengajar Alquran yang
dapat membentuk insan-insan yang qurani di masa yang akan datang.
Dikarenakan selama ini pola pembelajaran Alquran di TPA-TPA
umumnya hanya menggunakan metode membaca dan menghafal Alquran
dan alhadist saja tanpa memahami maknanya.

Hal ini mengakibatkan anak-anak hanya menguasai pembacaan Alquran saja sehingga dalam perilakunya belum menampakkan akhlak yang qurani. Maka diperlukan pola pembelajaran dari sistem yang hanya membaca ke sistem pemahaman makna Alquran dan alhadist.

Melalui pendidikan, pelatihan, dan pengkajian pemahaman Alquran
tersebut diharapkan guru-guru TPA dapat berperan sebagai jembatan
yang dapat meneruskan metode pemahaman Alquran kepada santri-
santrinya melalui program pengajaran pemahaman makna Alquran yang
lebih terarah ke pembentukan insan-insan yang qurani. Tujuannya
untuk meningkatkan penghayatan kita pada nilai-nilai Islam.
Nilai-nilai itu bisa menjadi kekuatan yang memotivasi dan
mendasari kegiatan sehari-hari dan menjadi alat perjuangan di
bidang kemasyarakatan atau keilmuan.

Menciptakan masa depan dengan Alquran maka Alquran adalah sumber
nilai, agama dalam hal ini sebagai organized religion, agama
formal adalah konstruksi tentang nilai-nilai tersebut. Ia
merupakan rumusan yang disusun oleh para ulama dari waktu ke
waktu, dengan mempelajari Alquran dan teladan Nabi Muhammad SAW
dalam pelaksanaannya sebagai as-sunnah.

Insyaallah cita-cita masyarakat madani yang kita cita-citakan
bersama akan terbentuk pada kurun waktu 15-20 tahun mendatang,
ketika anak-anak harapan bangsa kita mulai sekarang sudah mulai
membaca, menerjemahkan, mempelajari, memahami, melaksanakan dan
mensyiarkan nilai-nilai Alquran dan alhadist tersebut.

Maka harapan kami yaitu agar pemerintah, alim ulama dan
cendikiawan muslim, masyarakat serta institusi pendidikan untuk
lebih memperhatikan pendidikan nonformal di Taman Pendidikan
Alquran (TPA) ini. Pemprov/Pemkot/Pemkab saat ini sudah cukup
memperhatikan kesejahteraan para guru TPA ini dengan memberikan
bantuan kesejahteraan mereka.

Saya, penulis Mimbar Jumat Sripo kali ini, mengusulkan agar
mereka diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) karena
merekalah sesungguhnya 'Pahlawan tanpa Tanda Jasa' yang selama
ini kita lupakan.

Bukankah mereka selama ini telah membantu salah
satu tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas
manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia,
sedangkan anggaran untuk bidang pendidikan saat ini adalah 20
persen dari total APBN.

Dengan segala hormat yaitu harapan kepada para alim ulama dan
cendikiawan muslim untuk memberikan pendidikan, pelatihan dan
pengkajian pemahaman Alquran dan alhadist kepada guru-guru TPA
secara sistematis dan berkesinambungan. Harapan kepada masyarakat
khususnya orangtua murid untuk lebih memperhatikan kesejahteraan
para guru TPA dan memperbaiki fasilitas atau tempat pendidikan TPA
di lingkungannya.

Dan kepada institusi pendidikan agar memberikan beasiswa kepada
guru-guru TPA guna mengikuti pendidikan formal di institusi
tersebut, seperti menawarkan beasiswa bagi para guru TPA untuk
kuliah di program-program studi yang sesuai dengan program untuk
membaca, menerjemahkan, mempelajari, memahami, melaksanakan dan
mensyiarkan nilai-nilai Alquran dan alhadist di TPA mereka.

Konkritnya seperti program atau jurusan Bahasa dan Sastra Arab
serta program Tafsir Quran Hadist dan program lainnya di IAIN.
Lalu program psikologi anak di Fakultas Psikologi, program
sosiologi dan program lainnya yang sesuai dengan ilmu untuk
mendidik dan membentuk kepribadian anak dengan mentransendensikan
dengan pemahaman terhadap makna Alquran dan alhadist.

Dengan harapan guru-guru TPA dapat berperan sebagai jembatan yang
dapat meneruskan metode pemahaman Alquran kepada santri-santrinya
melalui program pengajaran pemahaman makna Alquran yang lebih
terarah ke pembentukan insan-insan yang Qurani, yang akan
meningkatkan penghayatan anak muridnya pada nilai-nilai Islam
yang bisa menjadi kekuatan yang memotivasi dan mendasari kegiatan
sehari-hari dan menjadi alat perjuangan di bidang kemasyarakatan
atau keilmuan.

Sehingga di masa yang akan datang, ketika seorang muslim ditanya
agamanya apa, maka ia akan menjawab agamaku Islam, tetapi bukan
Islam KTP (Kartu Tanda Penduduk) saja yang hanya sebagai
pelengkap administrasi, melainkan ajaran Islam dari kitab sucinya
Alquran sudah menjadi karakter dirinya dengan selalu membaca,
menerjemahkan, mempelajari, memahami, melaksanakan dan
mensyiarkan nilai-nilai Alquran Alhadist tersebut sejak mereka
anak-anak yang dimulai dari TPA.

Pada gilirannya salah satu tujuan pendidikan nasional yaitu
meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa
dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan
beradab mudah-mudahan akan segera terwujud.

Masa Remaja

masa -masa remaja
Terlepas dari peningkatan angka anak yang menempuh pendidikan dasar, masih ada sekitar dua juta anak Indonesia yang tidak bersekolah. Dari angka itu, sekitar 15 persen adalah anak berusia 7 sampai 15 tahun. Sedangkan yang putus sekolah diperkirakan 1 juta anak per tahunnya.
Mendorong anak untuk tetap bersekolah pada usia remaja menjadi hal mendasar. Karena mereka yang putus sekolah akan meningkatkan resiko menjadi korban eksploitasi, termasuk perdagangan anak. Bahkan mereka rentan pula terhadap pelanggaran hukum dari penyalahgunaan obat terlarang sampai dengan kriminalitas. Pada usia ini mereka rawan terjangkit HIV/AIDS. Kondisi sosial dan budaya di Indonesia ikut andil meningkatkan resiko tersebut, terutama terhadap para remaja putri.
Pendidikan ketrampilan hidup, pelatihan kejuruan, pendidikan sebaya dan keikutsertaan anak akan menjadi hal penting dalam rangka meraih kesejahteraan dan masa depan anak remaja di Indonesia.
Keluarga, sekolah dan masyarakat adalah tempat bagi para anak remaja. Beberapa tahun silam, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan anak-anak tetap tinggal dalam kerangka tersebut.

Membangun Masa Depan

Hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.

Orang paling rugi di dunia ini adalah orang yang diberikan modal, tapi modal itu ia hamburkan sia-sia. Dan, modal termahal dalam hidup adalah waktu. Dalam QS Al-'Asher [103] ayat 1-3, Allah SWT berfirman bahwa untung ruginya manusia dapat diukur dari sikapnya terhadap waktu. Kalau ia berani menghamburkan waktunya, maka ia tergolong orang yang menyia-nyiakan kehidupan. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Ada tiga jenis waktu. Pertama, masa lalu. Ia sudah lewat, sehingga ada di luar kontrol kita. Banyak orang sengsara hari ini gara-gara masa lalunya yang memalukan. Karena itu, kita harus selalu waspada jangan sampai masa lalu merusak hari kita. Kedua, masa depan. Kita sering panik menghadapi masa depan. Tanah kian mahal, pekerjaan semakin sulit, dan lainnya. Walau demikian, masa lalu dan masa depan kuncinya adalah hari ini. Inilah bentuk waktu yang ketiga.

Seburuk apa pun masa lalu kita, kalau hari ini kita benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri, insya Allah semua keburukan itu akan terhapuskan. Demikian pula dengan masa datang. Maka sungguh mengherankan melihat orang yang bercita-cita tapi tidak melakukan apa pun untuk meraihnya. Padahal hari ini adalah saat kita menanam benih, dan masa depan adalah waktu untuk memanen. Karena itu, siapapun yang ingin tahu masa depannya, maka lihatlah apa yang dilakukannya sekarang.

Belajar Menghitung

Saudaraku, kita harus mulai menghitung semua yang kita lakukan. Ucapan kita sekarang adalah sebuah jaminan. Kita bisa terpuruk hanya dengan satu patah kata. Kita pun bisa menuai kemuliaan dengan kata-kata. Uang yang kita dapatkan sekarang adalah tabungan masa depan. Bila kita dapatkan dengan cara tidak halal, niscaya aibnya akan segera kita rasakan.

Karena itu, terlalu bodoh andai kita melakukan hal yang sia-sia. Detik demi detik harus kita tanam sebaik mungkin, karena inilah bibit yang buahnya akan kita petik di masa depan. Kalau kita terbiasa berhati-hati dalam berbicara, dalam bersikap, dalam mengambil keputusan, dalam menjaga pikiran dan hati, maka kapan pun malaikat maut menjemput, kita akan selalu siap. Tapi kalau kita bicara sepuasnya, berpikir sebebasnya, tak usah heran bila saat kematian menjadi saat paling menakutkan.

Menyongsong Masa Depan Cerah

Ada tiga cara agar masa depan kita cerah. Pertama, pastikanlah hari-hari kita menjadi sarana penambah keyakinan pada Allah. Kita tidak akan pernah tenteram dalam hidup kecuali dengan keyakinan pada Allah SWT. Pupuk dari keyakinan adalah ilmu. Orang-orang yang tidak suka menuntut ilmu, maka imannya tidak akan bertambah. Bila iman tidak bertambah, maka hidup pun akan mudah goyah.

Kedua, tiada hari berlalu kecuali jadi amal. Di mana pun kita berada lakukan yang terbaik. Segala sesuatu harus menjadi amal. Dilihat atau tidak dilihat kita jalan terus.

Ketiga, terus melatih diri agar mampu menasihati orang lain dalam kebenaran dan kesabaran, dan terus melatih diri untuk mampu menerima nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. Kita akan mampu memberi nasihat, kalau kita senang diberi nasihat. Wallahu a'lam.

Buat kamu apakah arti remaja ?

Masa yang paling indah adalah masa remaja.

Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja.

Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja.

Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja


Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.

Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.

Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.

Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:

1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
2. Ketidakstabilan emosi.
3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
7. Senang bereksperimentasi.
8. Senang bereksplorasi.
9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.

Permasalahan Fisik dan Kesehatan

Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).

Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.

Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang

Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.

* Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
* Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
* Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll.
* Cinta dan Hubungan Heteroseksual
* Permasalahan Seksual
* Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
* Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama

Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan,2006), menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja:

Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”.

Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman.

Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam, dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja.

Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual, konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, adanya “ketidaknormalan” yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya, pelecehan seksual, homoseksual, kehamilan dan aborsi, dan sebagainya (Santrock, 2003, Hurlock, 1991).

Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.

Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja.

Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja.

Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda.

Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.

Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.