ISLAM SATU SISTEM HIDUP
Kenapa Islam akan menguasai masa depan ?
Karena Islam adalah satu sistem hidup yang bukan saja masalah kepercayaan atau aqidah saja, yang bukan hanya mengurusi masalah ibadah-ibadah praktis saja. Tapi Islam dapat dipraktekan dalam semua aspek kehidupan. Sistem ini merangkumi konsep kepercayaan yang dapat menjelaskan hakikat keberadaan alam semesta dan dapat menentukan kedudukan manusia di alam ini. Islam juga merangkumi beberapa cabang sistem dan peraturan hidup yang praktis, yang termasuk didalamnya sistem moral (sumbernya, asas-asasnya), sistem politik (bentuk dan cirinya), sistem masyarakat, sistem ekonomi (falsafah dan strukturnya), serta sistem antar bangsa dengan segala jalinan pertalianya. Konsepsi Islam tidak dapat dipisahkan antara aqidah yang bersifat ruhaniyah tapi sangat berkaitan erat dengan kehidupan duniawi.
Ciri-ciri Islam :
Syumuliyah (menyeluruh), praktis dan mempunyai landasan yang kuat.
Kenapa pada masa sekarang ini muncul keraguan dikalangan ummat Islam sendiri untuk menggunakan syari’atnya ?
Karena ada usaha-usaha bersama dikalangan musuh islam yang menghalalkan segala cara dalam membatasi Islam, agar hanya mengurusi wilayah-wilayah ibadah saja, yang memisahkan islam dengan politik / negara, islam dengan ekonomi dll. Mereka berusaha mengganti syariat islam yang tunggal dengan ideology-ideologi (faham-faham / aqidah-aqidah) lain yang tujuan besarnya adalah menghapus Islam di muka bumi.
Tapi sekali lagi mereka tidak akan mampu meruntuhkan Islam, karena akar islam jauh lebih kokoh untuk menopang Islam agar tetap hidup dimuka bumi ini.
Titik perbedaan antara sistem islam dengan sistem yang lainnya bahwa menurut sistem hidup islam manusia hanya mengabdikan diri kepada Allah yang esa, dan mengesakanya, manusia hanya menerima konsep, nilai, pertimbangan, sistem, syariat, undang-undang, akhlak yang datang dari Allah. Sedangkan sistem/nilai mereka datang dari orang-orang yang sama dengan mereka juga. Atau disebut juga sistem jahiliyah.
SETIAP AGAMA ADALAH SISTEM HIDUP
Ada pertalian yang sangat erat antara konsep kepercayaan dengan sistem sosial, dan sistem hidup. Konsep sosial dengan segala cirinya adalah salah satu bagian dari konsep kepercayaan. Setiap sistem sosial terbentuk dengan tujuan keberadaan manusia / fitrah manusia, jika ada sistem sosial yang tidak berlandaskan hal ini maka sistem sosial tersebut tidak wajar.
Agama adalah sistem hidup/sitem sosial karena agama merupakan konsep kepercayaan. Maka agama merupakan suatu sistem yang mengatur kehidupan. Syari’at agama yang menyusun satu sistem hidup yang merupakan cetusan dari Ilahi yang mencakup keseluruhan konsep, pemikiran, perasaan, akhlaq, kegiatan dan perhubungan dalam semua aspek.
Setiap agama yang diturunkan oleh Allah adalah untuk dipraktekan di alam nyata dan untuk diterapkan dalam segala kegiatan hidup manusia, Agama bukanlah hanya untuk direnungkan saja dan bukan hanya untuk membersihkan jiwa dalam soal-soal akhlaq, Agama bukanlah hanya lambang lambang amalan di mesjid-mesjid dan bukanlah hanya urusan pribadi sebagian kecil dari kehidupan manusia. (contoh-contoh dalam Al Qur’an, An-Nisa:64; Al Maidah:44-50; Al Anam:146; Asy-sura 10-15; Hud 84-87; Asy-Syu’ara 150-152; Albaqarah 213;)
Sistem hidup manusia yang asasi mestilah berlandaskan metode konsep kepercayaan, yang menafsirkan hakikat hubungan alam dengan penciptanya, kedudukan manusia di alam, tujuan keberadaan manusia dan jenis-jenis hubungan yang dapat mempraktekan tujuan tersebut.
Hanya ada dua pilihan sistem di dunia ini yaitu sistem yang berlandaskan Robbaniyah atau sistem yang berlandaskan jahiliyah.
PERPECAHAN DAN PERTENTANGAN JIWA YANG AMAT BURUK
Perlu ditegaskan sekali lagi bahwa tidak ada pertentangan antara agama dan dunia, bahkan keduanya saling terkait dan mempengaruhi. Dan pertentangan ini terjadi saat ini dimana kehidupan manusia sudah terpisah dari sistem hidup yang diridhai Allah. Contoh kisah dimana manusia lebih cenderung pada kehidupan yang tidak diridhai Allah adalah pertentangan kaum yahudi dengan risalah yang dibawa oleh Isa Al Masih (Ali Imran :50), dan contoh bagaimana kaum Kristen yang memisahkan antara agama dengan dunia (aliran monastisisme) dimana aliran ini berpendapat bahwa cara untuk menjalankan agama yang benar adalah sama sekali menjauhkan dunia dari kehidupan, mereka beranggapan tidak akan masuk surga jika mereka merasakan kenikmatan dunia sedikit saja, factor yang paling besar yang menjadi pemecah antara hubungan agama dan negara adalah gereja merupakan institusi yang mempunyai hak monopoli untuk memahami dan menafsirkan kitab suci, dan ia melarang orang yang diluar system pendeta yang mencoba untuk memaha,i dan menafsirkanya, kemudian tindakan itu diikuti oleh doktrin-doktrin yang menyesatkan.
Kesimpulanya adalah barang siapa yang menyandarkan peraturan hidupnya pada peraturan buatan manusia maka ia sama saja membangun istana di atas pasir. Karena pengetahuan manusia selalu berubah dan bertambah sehingga tidak ada peraturan yang abadi sepanjang zaman.
BERAKHIRNYA PERANAN ORANG-ORANG KULIT PUTIH
Tidak akan kekal satu system social dan tidak akan hidup satu prinsip atau nilai pun, kecuali apabila terpancar daripadanya dan terbina padanya dasar kepercayaan yang terikat dengan Allah dan interpretasi yang menyeluruh tentang alam semesta, kedudukan manusia di alam dan tujuan keberadaan manusia. Dari sinilah yang mengakibatkan peranan orang kulit putih berakhir karena system nilai yang dibangun sangat terbatas dalam lingkaran masa tertentu karena yang menjadi dasarnya adalah nilai-nilai yang terputus daripada dasar yang hakiki dan abadi. Dan system orang kulit putih tidak mampu menghapus berbagai bentuk kelaparan dalam diri kehidupan manusia.
TANDA BAHAYA
Kita tahu bahwa manusia terbentuk oleh suasana yang mempengaruhinya yaitu aspek teknologi, perkembangan pengetahuan baik itu politik, ekonomi, maupun budaya. Sangat berbahaya sekali jika dalam membangun manusia hanya dari aspek akal, fisik atau kimia saja, dan hanya dari konsep manusia saja. Tapi tidak dibangun oleh aspek-aspek yang berdasarkan ketuhanan / ketauhidan, ahklaq kepercayaan. Sebagai contoh teori-teori tentang manusia yang berkembang sekarang sangat menolak jika aspek ketuhanan/kepercayaan, akhlaq keagamaan dimasukan kedalam teori mereka. Kesemuanya itu jelas akibat dari sikap yang selalu memusuhi hal-hal sifatnya datang dari Allah.
Bahaya yang paling besar apabila manusia merasa begitu perlu untuk menggantungkan penghidupan kepada sesuatu yang bersifat kebendaan maka itulah akibat yang paling buruk yang akan menimpanya.
Maka bahaya itu tidak akan terjadi jika system yang dibangun adalah system yang membolehkan perkembangan ibadahyang kemudian menjadi amalan yang merupakan salah satu aspek ibadah (An-Nisa : 65).
PENYELAMAT
Dari berbagai bukti sejarah, dan apa yang dialami pada masa sekarang dimana berbagai sistem yang bukan bersumber dari sumber ilahiyah, sudah terbukti bahwa sistem yang dibuat manusia sangat terbatas oleh waktu dan selalu saling melenyapkan antara pemikiran yang satu dengan yang lainya, contoh sistem komunis yang sudah mulai habis, sistem barat yang materialistis yang menghapuskan sama sekali hubungan sistem agamanya, Bahkan kondisi tersebut diperkuat oleh tulisan-tulisan orang yang notabene pendukung sistem mereka (Dr. Carell dan Mr. Dulles). Kesimpulanya adalah tidak ada satu sistem pun di dunia ini yang mampu menjamin kemaslahatan pada manusia dan condong pada hakikat manusia jika sistem tersebut dibuat oleh manusia dan atau difikirkan oleh manusia.
Maka hanya sistem yang keluar dari tuntunan ilahiyah yang akan mampu menjawab semua tantangan tidak terbatas oleh waktu. Islam adalah satu sistem hidup, yang mempunyai dasar yang kukuh, bebas, menyeluruh dan sempurna. Agama adalah adalah dasar bagi semua ilmu, sumber bagi pertumbuhan ilmu dan kebudayaan. Islam mendorong dan membimbing ke arah pertumbuhan budaya tapi tidak keluar dari lingkaran fitrah (unsure gerakan, penciptaan, prtumbuhan, dan kemajuan), yang tidak keluar dari hakikat dan ciri-ciri utama manusia.
MASA DEPAN DI TANGAN ISLAM
Keyaqinan kami adalah mutlak bahwa masa depan ada di tangan Islam. Sudah terbukti bahwa Islam sanggup menyelamatkan manusia dari bahaya yang disebabkan oleh pengaruh budaya materialisme, Islam yang sanggup memberi manusia suatu sistem yang sesuai dengan kejadian dan keperluan hakikinya, Islam yang dapat meleraskan langkah-langkah penciptaan kebendaaan dan langkah-langkah kemurnian rohaninya, Islam saja yang sanggup menciptakan kehidupan yang realistic bagi manusia sehingga dapat diwujudkan keseragaman yang tidak dapat diketahui oleh manusia sebelumnya.
Perjuangan islam adalah perjuangan yang didasarkan pada factor yang tersembunyi dibalik hakikatnya yang unggul, dalam kesederhanaan, kejelasan dan kelengkapanya, dalam keserasiannya dengan fitrah manusia dan dengan segala kesanggupanya memenuhi keperluan yang hakiki. Kekuatan tersebut timbul dari dasar penghambaan diri kepada Allah, menerima segala apa-apa yang diperintahkan Allah dan menolak apa-apa yang dilarang Allah, menyingkirkan penghambaan diri pada manusia
Oleh Karena itu keyakinan kita terhadap masa depan ada ditangan Islam harus dibarengi dengan peningkatan ibadah kita semata-mata karena Allah, kita perlu meningkatkan kesederhanaan kita terhadap keadaan sekitar dan meningkatkan kefahaman kita terhadap berbagai teknik dan taktik masa kini, kita perlu meningkatkan pengetahuan kita tentang peradaban dan kebudayaan masa kini dan mempraktekan peradaban dan kebudayaan itu dengan tujuan untuk menguji dan memimilih, karena kita tidak akan bisa memilih dengan benar kecuali dengan pengetahuan dan pengalaman. Kita perlu meningkatkan pengetahuan kita tentang hakikat kehidupan manusia dan keperluannya yang hakikiyang senantiasa berubah-ubah, kita ambil yang patut kita ambil dan kita tolak yang patut kita tolak berdasarkan pengalaman dan kita akan hidup dengan kebudayaan setarap dengan pengalaman kita.
CATATAN PERESUME :
Buku ini telah membuktikan bahwa tidak ada satu sistempun (sistem buatan manusia) di dunia ini yang mampu bertahan dalam perubahan perkembangan manusia yang secara sendirinya merubah sistem itu sendiri. Berbagai contoh sejarah yang secara ilmiyah paparkan oleh penulis mampu membuktikan sekali lagi bahwa sistem-sistem hasil pemikiran manusia tidak sesuai dengan hakikat penciptaan manusia itu sendiri bahkan sistem tersebut cenderung menjerumuskan manusia kedalam kubangan nista dan kehancuran yang terencana.
Buku ini adalah buku aqidah (keyakinan) bagaimana seharusnya umat islam harus yakin pada agamanya sendiri, bagaimana umat Islam harus yakin terhadapa sistem yang lahir dari tuntunan ilahiyah (Allah Rabbul ‘Izzati)